Kemendukbangga

Kemendukbangga Terlibat Langsung Berikan Layanan KB dan Psikososial di Sumatera

Kemendukbangga Terlibat Langsung Berikan Layanan KB dan Psikososial di Sumatera
Kemendukbangga Terlibat Langsung Berikan Layanan KB dan Psikososial di Sumatera

JAKARTA - Bencana banjir yang melanda wilayah Sumatera telah menimbulkan dampak besar bagi masyarakat, terutama bagi keluarga-keluarga yang terdampak langsung. 

Selain kerusakan fisik, bencana juga menimbulkan trauma psikologis yang dalam bagi korban. 

Dalam upaya merespons bencana tersebut, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) turut terlibat dalam memberikan dukungan kepada keluarga-keluarga terdampak, baik dalam aspek kesehatan reproduksi melalui layanan kontrasepsi KB, maupun dalam upaya pemulihan mental bagi para korban. Ini semua bertujuan untuk memastikan bahwa kebutuhan fisik dan psikologis masyarakat tetap terpenuhi di tengah situasi krisis.

Layanan Kontrasepsi KB di Pengungsian

Salah satu fokus utama yang diangkat oleh Kemendukbangga dan BKKBN adalah penyediaan layanan kontrasepsi di lokasi pengungsian. 

Pasangan usia subur (PUS) yang berada di pengungsian menghadapi tantangan besar, mengingat kondisi yang tidak stabil dapat meningkatkan risiko terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan. 

Oleh karena itu, penyediaan layanan KB sangat penting untuk memberikan perlindungan pada keluarga-keluarga yang terpaksa tinggal di lokasi pengungsian dalam waktu yang cukup lama.

Kepala BKKBN, Wihaji, mengungkapkan bahwa pihaknya mengerahkan para penyuluh KB dan Generasi Berencana (Genre) untuk memberikan bantuan dalam rangka pemenuhan layanan KB. 

Penyuluh KB dan remaja Genre bekerja langsung di posko-posko pengungsian, memberikan informasi, pendampingan, serta pelayanan kontrasepsi kepada para pasangan yang membutuhkan.

Penyuluhan dan Trauma Healing

Selain layanan kontrasepsi, Kemendukbangga juga mengedepankan layanan psikososial, termasuk trauma healing, bagi korban bencana yang sedang berada di pengungsian. 

Trauma yang dialami oleh korban bencana dapat berdampak negatif pada kesehatan mental mereka, sehingga pemulihan psikologis menjadi langkah penting dalam upaya pemulihan pascabencana.

“Dalam pelaksanaannya, kami mengerahkan para penyuluh KB, remaja Genre, serta bekerja sama dengan para psikolog,” kata Wihaji 

Penyuluhan psikososial atau trauma healing ini dilakukan dengan memberikan sesi edukasi, pendampingan, serta penguatan mental kepada korban bencana.

Pendampingan ini tidak hanya dilakukan untuk dewasa, tetapi juga melibatkan remaja, yang seringkali menjadi kelompok rentan dalam situasi bencana. 

Hingga saat ini, Kemendukbangga/BKKBN telah menjangkau 1.686 remaja yang tersebar di berbagai wilayah Sumatera. Rinciannya, 500 orang di Aceh, 722 orang di Sumatera Utara, dan 464 orang di Sumatera Barat.

Sinergi dengan Psikolog dan Tim Relawan

Pentingnya peran psikolog dalam proses pemulihan mental korban bencana mendapat perhatian penuh dari Kemendukbangga.

Pihak BKKBN bekerja sama dengan psikolog profesional untuk memastikan proses trauma healing dilakukan secara tepat dan efektif. Dalam praktiknya, trauma healing dilakukan dengan pendekatan yang bersifat holistik, mencakup aspek emosional, fisik, dan sosial.

Seiring dengan meningkatnya jumlah korban bencana, Kemendukbangga juga mengerahkan lebih banyak tenaga relawan dan penyuluh untuk memastikan layanan ini menjangkau lebih banyak korban. 

Dalam beberapa kasus, trauma yang ditinggalkan oleh bencana dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari korban dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, pendampingan secara terus-menerus sangat dibutuhkan untuk membantu mereka kembali pulih.

Intervensi Gizi dan Pelayanan Kesehatan

Selain fokus pada layanan KB dan trauma healing, Kemendukbangga/BKKBN juga melibatkan diri dalam memberikan intervensi gizi untuk keluarga-keluarga terdampak bencana. Terutama untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, yang menjadi kelompok paling rentan terhadap masalah gizi dalam kondisi darurat. 

Kemendukbangga menyalurkan program Makan Bergizi Gratis untuk ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD (MBG 3B) guna menjaga kesehatan mereka.

Meskipun akses ke lokasi terdampak bencana mengalami kendala karena kerusakan infrastruktur dan jalur transportasi, program ini tetap dilaksanakan dengan penyesuaian di lapangan. 

Petugas yang ada di lapangan melakukan distribusi makanan bergizi untuk menjaga kesehatan ibu dan anak di tengah krisis. Wihaji juga menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari perlindungan keluarga yang menjadi prioritas Kemendukbangga.

Keberlanjutan Layanan di Pengungsian

Kemendukbangga juga berupaya agar layanan yang diberikan tidak terhenti hanya pada saat darurat. Layanan KB dan trauma healing akan dilanjutkan hingga para korban bencana bisa kembali hidup normal dan stabil. 

Dalam konteks ini, Kemendukbangga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai lembaga terkait untuk memastikan keberlanjutan program ini. Hal ini untuk memastikan bahwa korban bencana tetap mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk membangun kembali kehidupan mereka.

“Prinsip kami jelas, negara harus hadir dan memberi dampak positif bagi masyarakat terdampak,” kata Wihaji, menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya memberikan bantuan materiil, tetapi juga memulihkan mental dan sosial masyarakat yang terdampak bencana.

Keterlibatan Kemendukbangga dalam penanganan bencana Sumatera menunjukkan betapa pentingnya pendekatan yang holistik dalam merespons dampak bencana.

Dengan menyediakan layanan kontrasepsi KB dan trauma healing, Kemendukbangga tidak hanya membantu dalam aspek fisik tetapi juga mendukung pemulihan mental bagi korban. 

Program ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan keluarga-keluarga terdampak, mengurangi dampak psikologis bencana, serta membantu mereka melanjutkan kehidupan mereka dengan lebih baik.

Meskipun tantangan di lapangan masih besar, langkah-langkah yang diambil oleh Kemendukbangga/BKKBN memberikan harapan bahwa masyarakat Sumatera yang terdampak bencana akan segera pulih dan kembali hidup dengan lebih sejahtera.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index